Selasa, 01 Desember 2009

Yesus Menyelamatkan Adam, Abraham, Musa?

Adam_Eva,_Durer,_1504.jpg

Pdt. Bigman Sirait

PAK, saya mau bertanya tentang “Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup tak seorang pun sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia”. Artinya, semua manusia harus menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat supaya dia bisa masuk surga.
Bagi kita umat manusia yang hidup pasca-Perjanjian Baru, hal ini mungkin tidak masalah. Yang jadi pertanyaan saya adalah bagaimana dengan manusia yang hidup sebelum Yesus, yang notabene belum mengenal Yesus, semacam Adam dan Hawa, Abraham, Musa, dll., apakah mereka itu akan masuk surga juga? Terimakasih Pak.
George S. Lase
Medan

SEBUAH pertanyaan menarik yang juga sering diperdebatkan banyak orang. George yang dikasihi Tuhan, bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, dan bahwa tidak ada satu orang pun yang akan sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia (Yohanes 14: 6), adalah benar. Itu adalah ucapan Yesus Kristus sendiri yang dapat kita pahami sepenuhnya melalui kesaksian Alkitab. Adalah fakta Alkitab bahwa Yesus adalah Allah yang setara dengan Bapa (Filipi 2: 6-9), yang rela mengosongkan diri, dan menjadi sama dengan manusia. Adalah fakta bahwa Dia adalah Sang Firman yang ada bersama de-ngan Allah, dan telah ada sebelum segala sesuatunya ada, dan yang keberadaan-Nya melintasi ruang dan waktu (Yohanes 1: 1-3). Dan para rasul selalu bersaksi bahwa di kolong langit ini tidak ada nama lain, yang di alamnya ada keselamatan, kecuali Yeus Kristus Tuhan (Kisah 4:12).


Jadi bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat satu-satunya sangat jelas dalam Perjanjian Baru. Namun mengatakan ini bagi kita yang hidup di pasca-Perjanjian Lama mungkin tidak masalah, harus berhati-hati. Artinya tidak masalah dalam mema-haminya, bisa ya. Tapi jika tidak masalah karena dengan percaya kita selamat, sekali lagi hati-hati. Saya perlu menekankan hal ini, seperti peringatan Yesus Kristus sendiri, bahwa tidak setiap orang yang menyebut-Nya “Tuhan-Tuhan akan masuk ke dalam kerajaan surga, me-lainkan yang melakukan kehendak Bapa”. Bahkan pada waktu itu (di pengadilan Allah), akan ada yang berkata bahwa dia telah bernubuat, mengusir setan, bahkan mukjizat di dalam nama Yesus, tetapi ditolak oleh Yesus Kristus Tuhan. Jadi bagi kita yang hidup pasca-Perjanjian Baru dituntut bukan hanya percaya, melainkan juga melakukan kehen-dak Bapa.baca selanjutnya...
Bookmark and Share

Related post,..

Suseskan "Visit Idonesia Year 2009"
Embed Banner Berikut kedalam blog atau web anda





KLIK GAMBAR DIBAWAH UNTUK MEMPERBESAR FLASH

MATEMATIKA

FISIKA

KIMIA

VIDEO TUTORIAL
RADIO
TV ONLINE
E-LEARNING
GAME
LIVE CCTV
VIDEO KESAKSIAN
Podcast
 

sponsored by | Tabloid Reformata